mercredi 2 janvier 2013

Deco: Mourinho feats harder than Guardiola's

Jose Mourinho with Deco
Former Portugal midfielder Deco believes Jose Mourinho's coaching successes have been much harder than those of Pep Guardiola.

The two bosses clashed on numerous occasions before Guardiola stepped down as Barcelona boss last summer, after losing out on the Liga title to Real Madrid.

Deco himself enjoyed four years at Camp Nou between 2004 and 2008, but despite his links with the Catalans, he has offered his backing to his compatriot.

"Winning in all places as Mourinho has done is harder," he told RTP.

"Guardiola is a great coach, but Barcelona went on to say that he did not invent anything. But let's see how he does with other teams and different training methods, then we can make a better assessment."

The Fluminense man also had his say on Cristiano Ronaldo and Lionel Messi, with the pair hot favourites to lift the Ballon d'Or and admits he finds it impossible to separate the two.

"During this year Cristiano was the best player in the entire first half and now it is Messi who is doing amazing things. I do not know who will win, honestly it's hard, " he added.

Via: Deco: Mourinho feats harder than Guardiola's

IHSG 'Parkir' di Level 4.316 Tutup Tahun 2012

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan terakhir 2012 dengan naik 34 poin dan 'parkir' di 4.316. Penutupan perdagangan dilakukan oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.655 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.685 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 14,955 poin (0,35%) ke level 4.296,856 membuka perdagangan terakhir tahun ini bersamaan dengan menguatnya nilai tukar rupiah. Aksi window dressing mulai dilancarkan investor.

Aksi beli terjadi hampir di seluruh lapisan saham, membuat indeks kembali menembus level tertingginya hari ini di 4.324,933. Saham-saham unggulan menjadi yang paling banyak diincar dalam perdagangan kali ini.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melaju 29,759 poin (0,70%) ke level 4.311,620 didorong aksiwindow dressing yang dilakukan investor jelang tutup tahun 2012. Saham-saham bank kelas berat memimpin penguatan.

Sembilan sektor di lantai bursa berhasil menguat, hanya sektor konsumer yang masih terjebak di zona merah. Indeks sama sekali tidak menyentuh zona merah sejak pembukaan perdagangan pagi tadi.

Menutup perdagangan terakhir tahun ini, Jumat (27/12/2012), IHSG menanjak 34,826 poin (0,81%) ke level 4.316,687. Sementara Indeks LQ45 menguat 5,034 poin (0,69%) ke level 735,042.

Perdagangan kali ini ditutup oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo, sama seperti tahun sebelumnya. Aksi window dressing pun marak terjadi menjaga indeks bertahan di teritori positif.

Investor asing juga tak mau ketinggalan berburu saham, hingga sore hari ini transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 438,55 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 114.431 kali pada volume 7,067 miliar lembar saham senilai Rp 5,578 triliun. Sebanyak 176 saham naik, sisanya 81 saham turun, dan 89 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia kompak bertahan di zona hijau menutup perdagangan terakhir tahun ini meski masih dibayangi sentimen negatif dari kesepakatan jurang fiskal AS.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai melonjak 27,35 poin (1,24%) ke level 2.233,25.  
  • Indeks Hang Seng naik 46,81 poin (0,21%) ke level 22.666,59.  
  • Indeks Nikkei 225 menguat 72,20 poin (0,70%) ke level 10.395,18.  
  • Indeks Straits Times bertambah 6,00 poin (0,19%) ke level 3.189,93.  
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 5.000 ke Rp 740.000, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 900 ke Rp 59.900, Chandra Asri (TPIA) naik Rp 875 ke Rp 4.375, dan Bank Mayapada (MAYA) naik Rp 600 ke Rp 3.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 1.500 ke Rp 22.700, Multi Prima (LPIN) turun Rp 650 ke Rp 7.650, Holcim (SMCB) turun Rp 575 ke Rp 2.900, dan Unilever (UNVR) turun Rp 350 ke Rp 20.850.





sumber:
http://finance.detik.com/read/2012/12/28/160148/2129001/6/ihsg-parkir-di-level-4316-tutup-tahun-2012?

Dana Asing 'Hanya' Rp 15 Triliun Masuk Pasar Modal RI di 2012

Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mencatat penurunan dana asing yang masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI) di 2012. Jumlahnya turun dari tahun lalu, hanya Rp 15,44 triliun.

Per tanggal 27 Desember 2012 Bapepam-LK mencatat transaksi investor asing sebesar Rp 15,44 triliun atau turun dari tahun 2011 yang mencapai Rp 25,67 triliun.

"Sentimen negatif dari bursa AS dan Eropa di sepanjang tahun 2012 masih mempengaruhi investor untuk masuk ke pasar saham Indonesia," tutur Ketua Bapepam-LK, Ngalim Sawega di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jumat (28/12/2012).

Selain itu, Ngalim menyebut jumlah nilai transaksi saham di BEI hingga 27 Desember 2012 mencapai angka Rp 1.111,14 triliun. Angka ini menurun dari periode sebelumnya yang sebesar Rp 1.223,44 triliun. 

Hal tersebut juga berdampak terhadap penurunan transaksi rata-rata harian sebesar Rp 4,55 triliun per hari dari nilai sebelumnya sebesar Rp 4,95 triliun per hari.

Ngalim juga menjelaskan, jumlah emiten yang melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) hanya 23 emiten dari realisasi tahun 2011 sebesar 25 emiten.



sumber:
http://finance.detik.com/read/2012/12/28/180453/2129160/6/dana-asing-hanya-rp-15-triliun-masuk-pasar-modal-ri-di-2012?

Perdagangan Saham Lapis Dua akan Mendominasi di Bursa 2013

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tahun 2013 diprediksi masih akan sama seperti pergerakan pasar saham di 2012, belum ada perubahan signifikan dari sisi sentimen. Saham-saham lapis dua diprediksi akan menguasai pasar.

“Masalah-masalah penyelesaian krisis utang Eropa masih akan mewarnai. Masalah-masalah ekonomi AS juga masih menjadi perhatian setelah mereka akhirnya sepakat soal fiscal cliff. Cuma bedanya nanti China dan Jepang kan baru ganti pemimpin, nanti kita akan lihat seperti apa kebijakannya,” ujar Head of Research PT Trust Securities Reza Priyambada kepada detikFinance, Rabu (2/1/2013).

Menurutnya, sektor yang akan cemerlang di 2013 sementara masih berorientasi di sektor-sektor domestik seperti properti, semen, konsumer, pakan ternak, dan media. 

“Alasannya sebenarnya cukup simple ya, di mana pelaku pasar kan melihat sektor-sektor mana yang masih akan aman dari sentimen global. Sektor-sektor itu ya, diantaranya termasuk sektor konstruksi. Tapi kalau harga komoditas mulai rebound mungkin sektor agri dan tambang bisa jadi pilihan,” kata Reza.

Selain itu, dia juga memprediksi kemungkinan di tahun 2013 saham-saham second linier yang masih akan memimpin selama kondisi pasar tidak jauh berbeda dari 2012. Reza menjelaskan, dari perjalanan 2012 terlihat saham-saham yang top gainer justru dari saham-saham second linier yang memperlihatkan bahwa di tengah sentimen yang kurang baik, saham-saham big cap tidak banyak menjadi pilihan.

“Untuk 2013 kemungkinan masih saham-saham second linier yang memimpin selama kondisi pasar tidak jauh berbeda dari 2012. Kecuali kalau ada perubahan signifikan ke arah positif, aku baru berani bilang saham-saham sekelas ASII, BBCA, SMGR, dan kawan-kawan yang akan memimpin,” cetusnya.

sumber:
http://finance.detik.com/read/2013/01/02/073120/2130818/6/perdagangan-saham-lapis-dua-akan-mendominasi-di-bursa-2013

Perdagangan Perdana IHSG 2013 Diprediksi Positif

Jakarta - IHSG menutup perdagangan terakhir 2012 dengan naik 34 poin dan 'parkir' di 4.316. Penutupan perdagangan dilakukan oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo.

Menutup perdagangan terakhir tahun ini, Jumat (27/12/2012), IHSG menanjak 34,826 poin (0,81%) ke level 4.316,687. Sementara Indeks LQ45 menguat 5,034 poin (0,69%) ke level 735,042. Sepanjang 2012, IHSG sudah menguat 12,03%.

Pasar saham Wall Street menutup tahun 2012 dengan penguatan tertingginya dalam satu bulan terakhir. Pelaku pasar juga didorong sentimen positif akan tercapainya kesepakatan soal 'jurang fiskal' AS.

Pada penutupan perdagangan Senin, Indeks Dow Jones bertambah 166,03 poin (1,28%) ke level 13.104,14. Indeks Standard & Poor's 500 naik 23,76 poin (1,69%) ke level 1.426,19. Indeks Komposit Nasdaq melaju 59,20 poin (2,00%) ke level 3.019,51. 

Hari ini, IHSG diperkirakan akan menguat berbarengan dengan bursa-bursa Asia lainya. Meski demikian, sentimen jurang fiskal AS masih membayangi pergerakan pelaku pasar.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Straits Times naik 20,04 poin (0,63%) ke level 3.187,12.  
  • Indeks KOSPI menguat 19,25 poin (0,96%) ke level 2.016,30.  

Rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities
Pada perdagangan Jumat, IHSG ditutup naik 34.83 poin (+0.81%) ke 4,316.69 dengan jumlah transaksi sebanyak 14.12 juta lot atau setara dengan Rp 5.55 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG antara lain sektor agricultural (+1.58%), sektor basic-industries (+0.37%), sektor construction and property (+1.59%), sektor consumer goods (-0.32%), sektor finance (+1.00%), sektor infrastructure (+1.19%), sektor mining (+0.35%), sektor misc-industries (+0.92%), dan sektor trade (+1.26%)

Tercatat sebanyak 175 saham mengalami penguatan, 81 saham mengalami penurunan, 89 saham tidak mengalami perubahan dan 119 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.I BMRI (+3.85%), PGAS (+2.79%), TPIA (+25.00%), CPIN (+4.29%), dan ASII (+0.66%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. SMCB (-16.55%), UNVR (-1.65%), BBCA (-1.09%), ICBP (-3.70%), dan TOWR (-6.20%).

Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp437.23 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. ASII, BBRI, BHIT, BBCA, dan PGAS. Mata uang Rupiah terapresiasi ke 9,679 per Dollar AS.

Secara teknikal kenaikan IHSG pada perdagangan di hari terakhir tahun 2012 ini menunjukkan penguatan yang cukup signifikan dan kami memperkirakan penguatan ini akan berlanjut pada perdagangan pertama di tahun 2013 ini. 

Hal ini terlihat dari ketiga indikator yang kami gunakan antara lain MACD, RSI dan Slow stochastic menunjukkan Signal Bullish. Untuk Support berada pada 4,240 dan Resistance 4,340 Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : ASII, AKRA, SMCB.

Trust Securities
Seperti ulasan kami sebelumnya di mana pergerakan IHSG di akhir tahun akan mencoba testing resistance level di atas level 4.300an dan IHSG pun bergerak melampui level tersebut. Positifnya bursa saham Asia yang didukung oleh kenaikan sejumlah data-data ekonomi turut membantu IHSG bertahan di zona positif selama sesi perdagangan di akhir tahun meskipun cenderung variatif. Kenaikan IHSG sempat terbatas setelah sebagian pelaku pasar mencoba merealisasikan keuntungan memanfaatkan reli kenaikan. Meski hampir mendekati level penutupan sebelumnya (4.281,86) namun, jelang akhir sesi IHSG bisa kembali menguat di atas level 4.300an. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.324,93 (level tertingginya) jelang akhir sesi 2 dan menyentuh level 4.289,40 (level terendahnya) di pertengahan sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.316,69. Volume perdagangan tercatat turun dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Pada perdagangan Rabu (2/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.292-4.306 dan resistance 4.325-4.335. Berpola spinning dan melewati middle bollinger bands (MBB). MACD bergerak naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih bergerak naik menuju area overbought. Meski menguat namun, kami tetap berpandangan kenaikan tersebut bukanlah window dressing secara menyeluruh. Lagipula, kenaikan tersebut tidak didukung oleh volume dan hampir menciptakan adanya gap. Meski secara teknikal ada peluang terkoreksi namun, kami berharap adanya sentimen positif sehingga IHSG bisa mengawali tahun 2013 dengan kenaikan.

analisis:
Diharapkan Pemerintah ikut andil yang lebih oks agar IHSG terus menanjak dan dapat membantu menaikkan  nilai tukar rupiah di kancah dunia.



sumber:
http://finance.detik.com/read/2013/01/02/083653/2130853/6/perdagangan-perdana-ihsg-2013-diprediksi-positif

Penggunaan Listrik Malam Tahun Baru Diprediksi Turun 3.000 MW

Jakarta - PT PLN (Persero) memprediksi penurunan penggunaan listrik saat pesta menyambut tahun baru 2013. Untuk wilayah Jawa-Bali di waktu normal akan mencapai 21.237 megawatt (MW), sementara di malam tahun baru dimungkinkan hanya 17.600 MW listrik yang dikonsumsi.

General Manager Pusat Pengatur dan Pengendali Beban (P3B) Jawa Bali Yanuar Hakim menyatakan penurunan ini tidak akan berdampak banyak terhadap perusahaan dari sisi penghematan.

"Turun, tapi sebenarnya tidak berpengaruh banyak, karena hanya satu hari, tanggal duanya itu kembali lagi normal," ungkap Yanuar kepada wartawan, Kamis (27/12/2012)

Sementara itu untuk wilayah DKI Jakarta, Yanuar menyebutkan penggunaan listrik dapat mencapai 8800 MW di waktu normal. Sedangkan di tahun baru cuma dimungkinkan mendekati angka 6500 mw.

"Jadi listrik dengan BBM itu beda, kalau BBM itu konsumsinya nambah, nah listrik malah berkurang," jelasnya.

Penyebab penurunan, lanjut Yanuar disebabkan oleh berhentinya proses produksi dari beberapa industri yang diketahui banyak menggunakan listrik. Hal ini seiring dengan situasi tahun baru yang digunakan untuk berlibur atau cuti bersama.

"Biasanya Industri di Jawa dan Bali banyak yang berhenti, jadi permintaan berkurang," tutupnya.


Analisis:
Berarti pemerintah harus lebih sering mengadakan libur atau cuti bersama agar orang2 banyak yang liburan, jadi banyak orang orang atau industri yang tidak menggunakan listrik (--,)




sumber:
http://finance.detik.com/read/2012/12/27/154420/2128050/1034/penggunaan-listrik-malam-tahun-baru-diprediksi-turun-3000-mw?

Saham Pendatang Baru Terbaik & Terburuk 2012

Jakarta - Sepanjang tahun 2012 ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan cukup banyak pendatang baru yang mencatatkan sahamnya di pasar modal. Kebanyakan dari saham-saham ini berkinerja positif di hari pertama perdagangan. Lalu, bagaimana kinerja sahamnya sampai di penghujung tahun 2012 kemarin?

Bagi investor yang sudah menanamkan modalnya di saham perdana sebuah emiten, tentu berharap uangnya tumbuh sejalan dengan waktu. Sayangnya, para pemodal tidak bisa berharap banyak di tengah maraknya sentimen negatif seperti krisis utang Uni Eropa dan jurang fiskal AS.

Kinerja saham-saham ini dilihat berdasarkan harga awal saat IPO sampai penutupan perdagangan Jumat, 28 Desember 2012 kemarin. Emiten yang tercantum di sini adalah yang listing sebelum 30 November 2012. 

Berdasarkan data perdagangan bursa yang dikutip detikFinance, Jumat (2/1/2012), berikut ini daftar IPO selama 2012, kita mulai dengan yang terburuk.



Saham perdana dengan kinerja terburuk


8. PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)
IPO 11 Oktober 2012 meraup dana Rp 1,325 triliun. Harga IPO dipatok Rp 440 per lembar, ditutup pada hari pertama naik jadi Rp 490 per lembar. Sampai perdagangan akhir 2012, sahamnya turun 3,4% ke Rp 425 per lembar.

7. PT Global Teleshop Tbk (GLOB)
IPO 10 Juli 2012 meraup dana Rp 1,277 triliun. Harga IPO dipatok Rp 1.250 per lembar, ditutup pada hari pertama turun jadi Rp 1.150 per lembar. Sampai perdagangan akhir 2012, sahamnya turun 6,4% ke Rp 1.170 per lembar.

6. PT Provident Agro Tbk (PALM)
IPO 8 Oktober 2012 meraup dana Rp 2,217 triliun. Harga IPO dipatok Rp 540 per lembar, ditutup pada hari pertama turun jadi Rp 470 per lembar. Sampai perdagangan akhir 2012, sahamnya turun 12,96% ke Rp 470 per lembar.

5. PT Trisula International Tbk (TRIS)
IPO 28 Juni 2012 meraup dana Rp 300 miliar. Harga IPO dipatok Rp 400 per lembar, ditutup pada hari pertama turun jadi Rp 320 per lembar. Sampai perdagangan akhir 2012, sahamnya turun 15% ke Rp 340 per lembar.

4. PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (NELY)
IPO 11 Oktober 2012 meraup dana Rp 394,8 miliar. Harga IPO dipatok Rp 245 per lembar, ditutup pada hari pertama turun jadi Rp 205 per lembar. Sampai perdagangan akhir 2012, sahamnya turun 18,77% ke Rp 199 per lembar.

3. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM)
IPO 12 Juli 2012 meraup dana Rp 6,35 triliun. Harga IPO dipatok Rp 470 per lembar, ditutup pada hari pertama turun jadi Rp 440 per lembar. Sampai perdagangan akhir 2012, sahamnya turun 19,14% ke Rp 380 per lembar.

2. PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA)
IPO 5 Juli 2012 meraup dana Rp 3,823 triliun. Harga IPO dipatok Rp 2.125 per lembar, ditutup pada hari pertama stagnan di harga yang sama. Sampai perdagangan akhir 2012, sahamnya anjlok 40,23% ke Rp 1.270 per lembar.

1. PT Gading Development Tbk (GAMA)
IPO 11 Juli 2012 meraup dana Rp 1,05 triliun. Harga IPO dipatok Rp 150 per lembar, ditutup pada hari pertama turun jadi Rp 178 per lembar. Sampai perdagangan akhir 2012, sahamnya turun 133,3% ke Rp 350 per lembar.





Saham perdana dengan kinerja terbaik


15. PT Baramulti Suksessarana (BSSR)
IPO 8 November 2012 meraup dana Rp 5,103 triliun. Harga IPO dipatok Rp 1.900 per lembar, ditutup pada hari pertama naik jadi Rp 1.940 per lembar. Sampai perdagangan akhir 2012, sahamnya naik 4,2% ke Rp 1.980 per lembar.

14. PT Tri Banyan Tirta Tbk (ALTO)
IPO 10 Juli 2012 meraup dana Rp 325,5 miliar. Harga IPO dipatok Rp 260 per lembar, ditutup pada hari pertama naik jadi Rp 315 per lembar. Sampai perdagangan akhir 2012, sahamnya naik 21,15% ke Rp 315 per lembar.

13. PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM)
IPO 18 Desember 2012 meraup dana Rp 409,47 miliar Harga IPO dipatok Rp 650 per lembar, ditutup pada hari pertama naik jadi Rp 790 per lembar. Sampai perdagangan akhir 2012, sahamnya naik 30,76% ke Rp 850 per lembar.

12. PT Supra Boga Tbk (RANC)
IPO 7 Juni 2012 meraup dana Rp 782,244 miliar. Harga IPO dipatok Rp 610 per lembar, ditutup pada hari pertama naik jadi Rp 610 per lembar. Sampai perdagangan akhir 2012, sahamnya naik 31,14% ke Rp 800 per lembar.

11. PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX)
IPO 5 Juli 2012 meraup dana Rp 909,2 miliar. Harga IPO dipatok Rp 440 per lembar, ditutup pada hari pertama naik jadi Rp 460 per lembar. Sampai perdagangan akhir 2012, sahamnya naik 36,36% ke Rp 600 per lembar.

10. PT Waskita Karya Tbk (WSKT)
IPO 19 Desember 2012 meraup dana Rp 1,1 triliun. Harga IPO dipatok Rp 380 per lembar, ditutup pada hari pertama naik jadi Rp 455 per lembar. Sampai perdagangan akhir 2012, sahamnya naik 44,73% ke Rp 550 per lembar.

9. PT Tiphone Mobile Indonesia (TELE)
IPO 12 Januari 2012 meraup dana Rp 1,658 triliun. Harga IPO dipatok Rp 350 per lembar, ditutup pada hari pertama turun jadi Rp 325 per lembar. Sampai perdagangan akhir 2012, sahamnya naik 54,28% ke Rp 540 per lembar.

8. PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI)
IPO 2 November 2012 meraup dana Rp 1,201 triliun. Harga IPO dipatok Rp 590 per lembar, ditutup pada hari pertama stagnan di harga sama. Sampai perdagangan akhir 2012, sahamnya naik 47,45% ke Rp 870 per lembar.

7. PT MNC Sky Vision (MSKY)
IPO 9 Juli 2012 meraup dana Rp 2,147 triliun. Harga IPO dipatok Rp 1.530 per lembar, ditutup pada hari pertama naik jadi Rp 1.540 per lembar. Sampai perdagangan akhir 2012, sahamnya naik 56,86% ke Rp 2.400 per lembar.

6. PT Bekasi Fajar Industrial Est. Tbk (BEST) 680
IPO 10 April 2012 meraup dana Rp 1,49 triliun. Harga IPO dipatok Rp 355 per lembar, ditutup pada hari pertama stagnan di harga yang sama. Sampai perdagangan akhir 2012, sahamnya naik 91,5% ke Rp 680 per lembar.

5. PT Minna Padi Investama (PADI)
IPO 9 Januari 2012 meraup dana Rp 513,5 miliar. Harga IPO dipatok Rp 510 per lembar, ditutup pada hari pertama turun jadi Rp 550 per lembar. Sampai perdagangan akhir 2012, sahamnya naik 111,76% ke Rp 1.080 per lembar.

4. PT Nirvana Development Tbk (NIRO)
IPO 13 September 2012 meraup dana Rp 1,89 triliun. Harga IPO dipatok Rp 150 per lembar, ditutup pada hari pertama naik jadi Rp 178 per lembar. Sampai perdagangan akhir 2012, sahamnya naik 130% ke Rp 345 per lembar.

3. PT Sekar Bumi Tbk (SKBM)
IPO 28 September 2012 meraup dana Rp 97,865 miliar. Harga IPO dipatok Rp 155 per lembar, ditutup pada hari pertama stagnan di harga yang sama. Sampai perdagangan akhir 2012, sahamnya naik 151,6% ke Rp 390 per lembar.

2. PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA)
IPO 1 Februari 2012 meraup dana Rp 610 miliar. Harga IPO dipatok Rp 730 per lembar, ditutup pada hari pertama naik jadi Rp 910 per lembar. Sampai perdagangan akhir 2012, sahamnya melonjak 324,6% ke Rp 3.100 per lembar.

1. PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST)
IPO 31 Agustus 2012 meraup dana Rp 1,028 triliun. Harga IPO dipatok Rp 1.250 per lembar, ditutup pada hari pertama naik jadi Rp 1.500 per lembar. Sampai perdagangan akhir 2012, sahamnya melonjak 340% ke Rp 5.500 per lembar.




sumber
http://finance.detik.com/read/2013/01/02/113652/2131065/6/3/saham-pendatang-baru-terbaik-terburuk-2012