mercredi 2 janvier 2013

10 Pekerjaan Terbaik untuk Perempuan di 2013

Jakarta - Tahun 2012 segera berakhir, 2013 di depan mata. Tahun baru cocok untuk memulai sesuatu yang baru juga, salah satunya adalah karir dan pekerjaan.

Tak hanya pria, wanita zaman sekarang sudah banyak yang memilih berkarir dalam kehidupannya. Nah, berikut ini ada beberapa pekerjaan yang cocok untuk wanita tahun depan.

Peringkat ini berdasarkan kepuasan, gaji, dan proyeksi pertumbuhan dan jumlah lowongan. Pakar pekerjaan Laurence Shatkin, yang juga penulis Best Jobs For The 21st Century, menganalisis persentase perempuan dengan tingkat kepuasan terhadap pendapatan tahunan rata-rata tahun 2011, proyeksi pertumbuhan tahun 2020 dan rata-rata lowongan pekerjaan. 

Inilah 10 pekerjaan yang terbaik untuk perempuan di tahun depan, seperti dikutip dari Forbes, Jumat (28/12/2012).

- Administrasi Pendidikan
Tingkat kepuasan: 56%
Perkiraan pertumbuhan pada tahun 2020: 15%
Rata-rata lowongan per tahun: 21.000

- Konselor
Tingkat kepuasan: 52%
Perkiraan pertumbuhan pada tahun 2020: 26%
Rata-rata lowongan per tahun: 33.000

- Top Level Manager
Tingkat kepuasan: 64%
Perkiraan pertumbuhan pada tahun 2020: 5%
Rata-rata lowongan per tahun: 52.000

- Psikiater
Tingkat kepuasan: 56%
Perkiraan pertumbuhan pada tahun 2020: 22%
Rata-rata lowongan per tahun: 9.000

- Petroleum Engineers
Tingkat kepuasan: 52%
Perkiraan pertumbuhan pada tahun 2020: 17%
Rata-rata lowongan per tahun: 1.000

- Aktuaris
Tingkat kepuasan: 56%
Perkiraan pertumbuhan pada tahun 2020: 27%
Rata-rata lowongan per tahun: 2.000

- Pengacara dan Hakim

Tingkat kepuasan: 55%
Perkiraan pertumbuhan pada tahun 2020: 10%
Rata-rata lowongan per tahun: 23.000

- Peneliti Medis
Tingkat kepuasan: 55%
Perkiraan pertumbuhan pada tahun 2020: 10%
Rata-rata lowongan per tahun: 23.000

- Profesional Kesehatan (apoteker, perawat, ahli diet)
Tingkat kepuasan: 52%
Perkiraan pertumbuhan pada tahun 2020: 26%
Rata-rata lowongan per tahun: 141.000

- Dokter (dokter mata, dokter gigi)
Tingkat kepuasan: 60%
Perkiraan pertumbuhan pada tahun 2020: 27%
Rata-rata lowongan per tahun: 79.000





sumber
http://finance.detik.com/read/2012/12/28/094517/2128531/4/ini-dia-10-pekerjaan-terbaik-untuk-perempuan-di-2013

'Sinterklas' dari Wall Street

Jakarta - Hari natal identik dengan pohon cemara, lampu hias dan hadiah. Momen tersebut bisa mengubah seseorang menjadi lebih dermawan dan pengasih dibanding hari biasanya. Palang Merah dan UNICEF memberikan banyak donasi dan sumbangan pada Bulan Desember, lebih banyak dibanding 11 bulan lainnya. Itu adalah semangat natal.

Ada beberapa orang kaya yang berubah menjadi lebih dermawan pada hari natal. Beberapa "Santa Claus" alias Sinterklas versi Wall Street ini sudah ada sejak zaman resesi. Yang mengkonversikan hartanya yang menggunung menjadi sebuah sumbangan dalam jumlah besar. 

Sebut saja Andrew Carnegie, John D Rockefeller, Andrew W Mellon, dan Henry Ford. Mereka semua adalah pengusaha minyak, baja, dan barang tambang lainnya. Orang-orang ini menyumbang pada akhir hidup mereka. 

Terkadang banyak anggapan, sumbangan yang mereka berikan ialah uang yang kembali dari hasil monopoli mereka yang tidak adil. Mereka telah menyumbangkan sumbangan mereka untuk pembangunan rumah sakit, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan. Orang-orang ini, dan sumbangan yang mereka tinggalkan telah memberikan miliaran dolar untuk kehidupan di Amerika Serikat.

Sama halnya seperti zaman sebelumnya, ada miliuner generasi baru yang dermawan layaknya Sinterklas memberikan hadiah pada anak kecil. Nama mereka tak asing lagi di jagad ekonomi dunia. 

Jika generasi terdahulu adalah miliuner di bidang pertambangan, kebanyakan dari generasi baru ini ialah ahli di bidang industri teknologi. Dikutip dari Investopedia, Jumat (27/12/12), berikut nama-nama Dermawan Generasi Baru atau Sinterklas versi Wall Street.



sumber
http://finance.detik.com/read/2012/12/28/083155/2128471/68/ini-dia--sinterklas--dari-wall-street

Prediksi 2013, Asia Mendominasi Ekonomi Dunia

Tahun 2013 ini bisa dibilang tahunnya ekonomi Asia. Berbagai berita, apakah itu kabar baik atau buruk, diprediksi akan didominasi oleh perkembangan ekonomi Asia.

Seperti dikutip dari CNBC, Rabu (2/1/2013), berikut ini adalah beberapa prediksi ekonomi yang akan terjadi di Asia. Klik tautan di bawah ini untuk memulai.

- China
Pertumbuhan ekonomi China yang melaju sangat cepat diprediksi akan menyalip Amerika Serikat (AS) dan negara besar lainnya. Kekuasaan AS terhadap negara-negara Asia mulai dipertanyakan tahun ini, apalagi ditambah kekuatan militer China yang semakin menguat.

China baru saja melakukan melakukan uji coba kapal induk pertamanya, sampai-sampai terlibat perseteruan dengan Vietnam dan Filipina di Laut China Selatan dan di sekitar kepulauan Senkaku/Diaoyu dengan pihak Jepang.


- India
India diperkirakan akan mengalami kebangkrutan besar-besaran yang bisa merusak tingkat kepercayaan investor asing. Sudah banyak perusahaan asing yang hengkang dari negara di Asia Timur itu gara-gara tak sanggup lagi terkena pelemahan nilai tukar rupee dan inflasi yang masih tinggi.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga melambat, beberapa industri bersaing dengan sangat ketat (seperti penerbangan dan telekomunikasi), ditambah biaya harian yang sangat tinggi.

Belum lagi diturunkan peringkat utang luar negeri pemerintah India akan menimbulkan efek berantai, mulai dari biaya operasional perusahaan yang semakin tinggi, dan terpaksa bangkrutnya perusahaan-perusahaan kecil.

- Singapura & Hongkong
Harga properti di Asia, terutama di negara maju seperti Singapura dan Hong Kong, sudah terus naik tinggi dari tahun ke tahun. Apalagi ditambah dengan suku bunga yang rendah dan tingginya minat investasi.

Hal ini membuat para pemerintah setempat memprediksi adanya bahaya gelembung properti seperti yang terjadi pada tahun 1997 silam. Contohnya harga properti di Hong Kong yang sudah melonjak 50% sejak 2009.

Bahkan, tempat parkir saja sudah bisa menghasilkan uang banyak, bisa dijual seharga US$ 160.000 (Rp 1,5 miliar) untuk satu spot parkir.

Akan tetapi, banyak analis memprediksi lonjakan harga ini akan mulai mereda di 2013. Di beberapa lokasi harga akan turun dan volume transaksi pun berkurang. Ini semua merupakan langkah pemerintah yang berusaha mendinginkan situasi pasar yang sudah terlalu panas.




sumber
http://finance.detik.com/read/2013/01/02/063244/2130799/4/prediksi-2013-asia-mendominasi-ekonomi-dunia

LPS: Century di Politisasi, Selamatkan Bank Jadi Tak Mudah

Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai politisasi penyelamatan Bank Century berdampak pada penyelamatan bank berikutnya. Penyelamatan bank yang memiliki risiko sistemik terhadap perekonomian Indonesia menjadi sulit dilakukan saat ini. 

"Setelah penyelamatan Century di politisasi, maka, menyelamatkan bank dengan menggunakan uang Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjadi tidak mudah sekarang," ujar Kepala Eksekutif LPS Mirza Adityaswara, saat Seminar Investasi 2013 di Baliroom Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (21/11/2012).

Padahal, menurut Mirza, dana yang digunakan LPS tidak berasal dari APBN, tetapi premi yang dikumpulkan dari setiap bank setiap tahun. Dana tersebut memang digunakan untuk menginjeksi modal untuk menyelamatkan bank berisiko sistemik yang kolaps.

"Sekarang, penjaga stabilitas sektor keuangan harus ekstra prudent untuk menyelamatkan suatu institusi keuangan," jelasnya.

Sebagai informasi, bailout Century yang dilakukan LPS dengan mengucurkan dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun pada akhir 2008, terus dipermasalahkan oleh DPR. Hasilnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan dua orang mantan pejabat Bank Indonesia yang bertanggung jawab secara hukum dalam kasus bailout Century. Keduanya adalah mantan Deputi IV bidang Pengelolahan Moneter Devisa berinisial BM, dan Deputi V bidang Pengawasan berinisial SCF. 

sumber
http://finance.detik.com/read/2012/11/21/163505/2097218/5/lps-century-di-politisasi-selamatkan-bank-jadi-tak-mudah?

Bos OJK Curhat Minta Diajak BI Bahas Aturan Perbankan

Jakarta - Pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta Bank Indonesia (BI) mengajak lembaga baru ini dalam setiap pembahasan peraturan soal perbankan. 

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad mengatakan, aturan yang akan dikeluarkan BI akan berlaku dan berjalan hingga beberapa tahun ke depan, setelah OJK mengambil alih tugas BI untuk mengawasi dan mengatur perbankan di 2014.

"Handover (pengambilalihan tugas) akan efektif setelah di tangan OJK. Jadi sangat kuat harus mengajak OJK berdiskusi, suatu keperluan dan kebutuhan mengajak OJK," tutur Muliaman di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (23/11/2012).

Seperti diketahui, saat ini BI sedang membahas peraturan seperti Multi License untuk pembahas perizinan mengenai operasi dan produk perbankan.

Tambah Muliaman, pihaknya memang sudah diajak berkordinasi, namun ia tak mau menyebut seperti apa kontribusi OJK dalam pembahasan aturan yang saat ini ada di tangan BI.

"Sudah mendiskusikannya walaupun detil pertanyaan ditujukan ke BI. Tetapi OJK dilibatkan untuk hal-hal tertentu," cetusnya.


sumber:
http://finance.detik.com/read/2012/11/23/185217/2099832/5/bos-ojk-curhat-minta-diajak-bi-bahas-aturan-perbankan?

Daftar Kenaikan Tarif Listrik Triwulan I-2013

Jakarta - Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini mengungkapkan sejak 1 Januari 2013 PT PLN (Persero) telah memberlakukan kenaikan tarif listrik Triwulan I-2013 rata-rata sebesar 4,3%. Kenaikan tarif listrik dilakukan per tiga bulan, rencanan kenaikan tarif listrik hingga akhir tahun rata-rata mencapai 15%.

Berikut ini daftar kenaikan tarif listrik per golongan:

1. Golongan Sosial (S)

S2 daya 1.300 Volt Amper (Va) Tegangan Rendah tarif awal Rp 605 per Kwh naik 4% menjadi sebesar Rp 629 per Kwh

S2 daya 2.200 Va (TR) tarif awal Rp 650/Kwh naik 4% menjadi sebesar Rp 679/Kwh

S2 daya 3.500 Va sampai 200 Kva tarif awal Rp 755/Kwh naik 4,5% menjadi Rp 789/Kwh

S3 daya > 200 Kva tarif awal Rp 761 naik 5% menjadi Rp 799/Kwh


2. Golongan Rumah Tangga (R)

R1 daya 1.300 Va tarif awal Rp 790/Kwh naik 5,5% menjadi Rp 833/Kwh

R1 daya 2.200 Va tarif awal Rp 795/Kwh naik 6% menjadi Rp 843/Kwh

R2 daya 3.500 Va - 200 Kva tarif awal Rp 880/Kwh naik 6,5% menjadi Rp Rp 948/Kwh

R3 daya > 200 Kva tarif awal Rp 1.154 per Kwh naik 3,55% menjadi Rp 1.195/Kwh

3. Golongan Bisnis (B)

B1 daya 1.300 Va tarif awal dari Rp 795/Kwh naik 5% menjadi Rp 835/Kwh

B1 daya 2/200 Va sampai 5.500 Va dari Rp 905/Kwh naik 5% menjadi Rp 950/Kwh

B2 daya 6.600 Va sampai 200 Kva tarif awal Rp 1.151/Kwh naik 5,56% menjadi Rp 1.215/Kwh

B3 daya > 200 Kva tarif awal Rp 876/Kwh naik 11,30% menjadi Rp 975/Kwh

3- Golongan Industri (I)

I1 daya 1.300 Va tarif awal Rp 765/Kwh naik 5% menjadi Rp 803/Kwh

I1 daya 2.200 Va tarif awal Rp 790/Kwh naik 5% menjadi Rp 830/Kwh

11 daya 3.500 Va 14 Kva tarif awal Rp 915/Kwh naik 5% menjadi Rp 961/Kwh

12 daya 14 Kva sampai 200 Kva tarif awal Rp 870/Kwh naik 5% menjadi Rp 914/Kwh

13 daya >200 Lva Tegangan Menengah tari awal Rp 731 naik 3,50% menjadi Rp 757/Kwh

14 daya 30.000 Kva Tengangan Tinggi ke atas tarif awal Rp 605 naik 4% menjadi Rp 629/Kwh


4. Golongan Pemerintah

P1 daya 1.300 Va tarif awal Rp 880/Kwh naik 4,5% menjadi Rp 920/Kwh

P1 data 2.200 Va sampai dengan 5.500 Va tarif awal Rp 885/Kwh naik 5% menjadi Rp 929/Kwh

p-1 6.600 Va sampai 200 Kva tarif awal Rp 1.157/Kwh naik 5,45% menjadi Rp 1.220/Kwh

P-2 > 200 KVa tari awal Rp 813/Kwh naik 6% menjadi Rp 862/Kwh

P-3 tarif awal Rp 820/Kwh naik 5% menjadi Rp 861/Kwh

"Namun untuk golongan S,R,B,I dan P untuk daya 450 Va dan 900 Va tidak dikenaikan kenaikan tarif listrik," tandas Rudi di Kementerian ESDM, Rabu (2/1/2013).



sumber:
http://finance.detik.com/read/2013/01/02/121541/2131098/1034/ini-daftar-kenaikan-tarif-listrik-triwulan-i-2013?

BI Akhirnya Wajibkan Uang Muka KPR Bank Syariah Minimal 30%

Jakarta - Bank Indonesia (BI) akhirnya menyeragamkan aturan DP kredit perumahan (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB) antara bank umum dan syariah. Aturan ini akan ditetapkan pada awal tahun depan dan berlaku tiga bulan setelahnya.

Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur BI Darmin Nasution dalam acara Bankers Dinner di Kantor BI, Jumat (23/11/2012).

"Ketentuan LTV (Loan To Value) ini untuk memitigasi potensi risiko instabilitas pada sistem keuangan sebagai akibat pertumbuhan kredit yang terlalu cepat pada sektor konsumsi," jelas Darmin.

Menurut Direktur Eksekutif Perbankan Syariah Bank Indonesia, Edy Setiadi, secara umum aturan DP KPR dan KKB perbankan syariah mengadopsi apa yang telah bank sentral lakukan pada bank umum. Namun ada perbedaan pada sistem akadnya. Ketentuan minimal DP terbaru tidak berlaku pada akad Mudarabah, selebihnya berlaku seragam.

"Aturan ini berlaku pada tipe diatas 70 m2 (KPR Syariah), dan bukan termasuk pada kredit perumahan skema pemerintah (FLPP)," jelas Edy.

Ia menerangkan, aturan DP minimal 30% berlaku pada skema akad murabahah, sedangkan skema akad Pembiayaan Musyarakah Mutanaqisah batas minimal uang muka lebih ringan, yakni 20%.

"Pada skim-skim khusus di bank syariah, karakteristik kepemilikan bersama, Loan to Value bisa 80% atau lebih ringan. Kenapa lebih rendah karena pada fatwanya sendiri (objek akad) belum sepenuhnya milik nasabah," tuturnya.

Sedangkan aturan teknis uang muka untuk KKB, sama persis dengan aturan pada bank konvesional. Yakni minimal DP 20% untuk kendaraan untuk keperluan produktif, dan DP 30% bagi kendaraan dengan orientasi konsumtif.

BI memantau, sejak kenaikan batas minimal DP bank konvensional berlaku ada tren perpindahan ke KPR atau KKB perbankan syariah. Masyarakat memanfaatkan jeda waktu penetapan bank umum dan syariah yang tidak bersamaan ini.

"Analisa kami kini kredit pada dua sektor ini sudah meningkat menjadi 13% dari total portofolio kredit bank syariah dari keseluruhan yang saat ini mencapai Rp 148 triliun," paparnya.

"Kita antisipasi besarnya persentase ini yang mungkin akan bergerak ke rasio 20% (dari total portofolio kredit bank syariah) bila dibiarkan," tegasnya.


sumber
http://finance.detik.com/read/2012/11/23/201303/2099892/5/bi-akhirnya-wajibkan-uang-muka-kpr-bank-syariah-minimal-30?