Jakarta - Bank Indonesia (BI) berharap perbankan dalam negeri dengan modal inti lebih dari Rp 5 triliun mampu bersaing di tingkat regional dan masuk dalam kategori Qualified ASEAN Bank (QAB). Dengan masuknya mereka dalam QAB, perbankan dalam negeri dapat bebas beroperasi pada 10 negara Asia Tenggara.
Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dalam acara Bankers Dinner, Jumat (23/11/2012) menjelaskan, BI siap mengelompokkan kegiatan usaha menjadi dalam empat kelompok bank berdasarkan modal inti. Kelompok satu bermodal inti Rp 100 miliar - Rp 1 triliun.
Kemudian kelompok dua, dengan modal inti Rp 1 triliun-Rp 5 triliun, kelompok usaha tiga modal inti Rp 5 triliun-Rp 30 triliun, dan terakhir kelompok usaha empat dengan modal inti mulai dari Rp 30 triliun.
Direktur Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Irwan Lubis menjelaskan, aturan multiple license sendiri dikeluarkan BI sebagai bagian dari penataan struktur perbankan Indonesia dalam rangka meningkatkan daya saing, intermediasi dan governance (tata kelola).
"Saat ini kegiatan usaha bank tidak sesuai dengan modal inti yang dimiliki. Ada bank yang modal inti Rp 100 miliar-Rp 250 miliar memiliki kegiatan usaha yang sama persis dengan yang punya modal Rp 30 triliun. Jadi ini ada risiko yang besar," katanya. apalagi kalau bisa melakukan
BI memutuskan kegiatan bank dengan kategori BUKU 1 terbatas pada Pedagang Valuta Asing (PVA), dengakan kegiatan bank BUKU 2 sebagai PVA dan kegiatan devisa lain bersifat plain vanilla. Sedangkan bank dengan klasifikasi BUKU 3 dan 4 memiliki kegiatan usaha penuh.
"Bank yang termasuk dalam buku dua memiliki aktivitas dan produk yang lebih luas dan lebih banyak dari bank yang termasuk dalam kategori buku satu. Sementara, khusus bank yang ada dalam kategori buku tiga, sambungnya, bisa melakukan aktivitas secara regional. Sedangkan bank yang masuk buku empat, bisa beraktivitas sampai level Asia," tuturnya.
Darmin sendiri menambahkan nantinya BI siap memberlakukan ketentuan kewajiban penyediaan modal minimum bagi bank umum.
"Bank akan diwajibkan menyediakan modal minimun sesuai profil risiko dengan kisaran 8-14%. Jumlah ini dapat ditetapkan lebih besar, jika berdasarkan penilaian BI modal minimum yang ada belum cukup untuk mengantisipasi risiko yang dihadapi," tutur Darmin.
"Demikian pula dengan kantor cabang bank asing yang beroperasi di Indonesia, akan diwajibkan memelihara Capital Equivalency Maintained Assets (CEMA) minimum. Dengan CEMA, risiko yang dihadapi oleh KCBA di Indonesia, dapat segera diantisipasi dan dapat dimitigasi dampaknya terhadap stabilitas sistem keuangan domestik," tutup Darmin.
sumber
http://finance.detik.com/read/2012/11/23/201110/2099890/5/bi-pilah-pilah-bank-jadi-empat-kategori?
mercredi 2 janvier 2013
Bos BI Keluarkan 9 Aturan Baru Industri Perbankan
Jakarta - Acara tahunan Bank Indonesia (BI) Bankers Dinner kali ini terasa spesial. Selain diselanggarakan lebih cepat dari biasa, bank sentral juga mulai memaparkan sembilan peratuan baru.
Gubernur BI Darmin Nasution di sela-sela Bankers Dinner di kantornya, Jakarta, Jumat (23/11/2012), menyampaikan kepada para bankir aturan tersebut yang berakar dari tiga koridor yaitu Pemeliharaan Stabilitas Sistem Keuangan, Penguatan Ketahanan dan Daya Saing Perbankan, dan serta koridor Penguatan Fungsi Intermediasi Perbankan.
Ia menjelaskan, pada koridor Pemeliharaan Stabilitas Sistem Keuangan, BI menggelontorkan empat aturan, diantaranya rasio pinjaman terhadap aset atau Finance to Value (FTV) untuk pembiayaan kendaraan bermotor dan kredit perumahan di perbankan syariah.
Selain itu muncul kebijakan trust atau pengaturan kegiatan usaha bank berupa Penitipan Dengan Pengelolaan (Trust). Aturan ini bertujuan agar perbankan devisa dalam negeri bisa mengelola devisa hasil ekspor (DHE). Potensi devisa ekspor terpantau cukup besar.
Kemudian aturan Capital Equivalence Maintained Assets (CEMA) bagi perbankan asing atau kantor cabang bank asing (KCBA) yang beroperasi di Indonesia. Selain itu juga terdapat aturan Penyempurnaan Ketentuan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek Bagi Bank Umum.
Pada koridor Penguatan Ketahanan dan Daya Saing Perbankan, Darmin merilis dua aturan; terkiat Pengaturan Kepemilikan Saham Bank Umum, yang dikuatkan dalam kebijakan pengaturan Kegiatan Usaha dan Perluasan Jaringan kator Bank Berdasarkan Modal atau Multiple License dan Penyempurnaan Ketentuan Kepemilikan Tunggal Pada Perbankan Indonesia (Single Presence Policy/SPP).
Koridor terakhir, Penguatan Fungsi Intermediasi Perbankan, bank sentral mengeluarkan aturan-aturan; pertama, peningkatan Akses Layanan Pemberian Kredit atau Pembiayaan UMKM oleh Bank Umum, kedua Perluasan Akses Layanan Keuangan Melalui Branchless Banking.
sumber
http://finance.detik.com/read/2012/11/23/201908/2099896/5/bos-bi-keluarkan-9-aturan-baru-industri-perbankan
Gubernur BI Darmin Nasution di sela-sela Bankers Dinner di kantornya, Jakarta, Jumat (23/11/2012), menyampaikan kepada para bankir aturan tersebut yang berakar dari tiga koridor yaitu Pemeliharaan Stabilitas Sistem Keuangan, Penguatan Ketahanan dan Daya Saing Perbankan, dan serta koridor Penguatan Fungsi Intermediasi Perbankan.
Ia menjelaskan, pada koridor Pemeliharaan Stabilitas Sistem Keuangan, BI menggelontorkan empat aturan, diantaranya rasio pinjaman terhadap aset atau Finance to Value (FTV) untuk pembiayaan kendaraan bermotor dan kredit perumahan di perbankan syariah.
Selain itu muncul kebijakan trust atau pengaturan kegiatan usaha bank berupa Penitipan Dengan Pengelolaan (Trust). Aturan ini bertujuan agar perbankan devisa dalam negeri bisa mengelola devisa hasil ekspor (DHE). Potensi devisa ekspor terpantau cukup besar.
Kemudian aturan Capital Equivalence Maintained Assets (CEMA) bagi perbankan asing atau kantor cabang bank asing (KCBA) yang beroperasi di Indonesia. Selain itu juga terdapat aturan Penyempurnaan Ketentuan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek Bagi Bank Umum.
Pada koridor Penguatan Ketahanan dan Daya Saing Perbankan, Darmin merilis dua aturan; terkiat Pengaturan Kepemilikan Saham Bank Umum, yang dikuatkan dalam kebijakan pengaturan Kegiatan Usaha dan Perluasan Jaringan kator Bank Berdasarkan Modal atau Multiple License dan Penyempurnaan Ketentuan Kepemilikan Tunggal Pada Perbankan Indonesia (Single Presence Policy/SPP).
Koridor terakhir, Penguatan Fungsi Intermediasi Perbankan, bank sentral mengeluarkan aturan-aturan; pertama, peningkatan Akses Layanan Pemberian Kredit atau Pembiayaan UMKM oleh Bank Umum, kedua Perluasan Akses Layanan Keuangan Melalui Branchless Banking.
sumber
http://finance.detik.com/read/2012/11/23/201908/2099896/5/bos-bi-keluarkan-9-aturan-baru-industri-perbankan
Contoh Paragraf Generalisasi, Analogi, dan Kausalitas
Paragraf generalisasi adalah paragraf yang isinya menarik kesimpulan berdasarkan data yang sesuai dengan fakta. Pararaf generalisasi ini merupakan salah satu dari paragraf induktif dimana paragraf induktif ini disusun mengikuti pola penalaran induktif. Paragraf ini disusun dengan cara menguraikan beberapa kalimat penjelas yang berisi fakta, bukti, contoh, atau ilustrasi sebagai data empiris yang bersifat khusus pada awal paragraf dan diakhiri dengan kalimat utama sebagai kesimpulan yang bersifat khusus. Paragraf generalisasi ini disusun dengan cara menyajikan beberapa kalimat penjelas sebagai alasan bersifat khusus untuk diambil sebuah kesimpulan bersifat umum pada akhir paragraf sebagai kalimat utama.
Berikut ini adalah contoh dari paragraf generalisasi:
" Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar memperkirakan bahwa kekeringan di sejumlah daerah tidak akan mengganggu stok beras nasional. Bahkan, rencana impor 2007 akan diundur untuk 2008 karena produksi beras dalam negeri dalam beberapa bulan mendatang mencukupi kebutuhan nasional. Mustafa menjelaskan bahwa stok beras per Juli 2007 sebanyak 1,63 juta ton cukup untuk kebutuhan nasional selama 7 bulan. Rencana pengadaan 1,8 juta ton tahun ini sudah terpenuhi 1,53 juta ton dari pembelian beras petani. Impor beras 2008 diperkirakan hanya 1,3 juta ton, lebih sedikit 200.000 ton dari rencana impor tahun 2007. Dengan demikian, cadangan beras nasional masih dapat mencukupi kebutuhan pangan masyarakat dan tidak perlu dikhawatirkan sampai akhir 2007 "
Paragraf analogi adalah penalaran dengan cara membandingkan dua hal yang banyak menandung persamaan. Dengan kesamaan tersebut dapatlah ditarik kesimpulannya. Paragraf analogi ini merupakan bagian paragraf induktif. Contoh:
1. Perubahan alam semesta yang mengembang dapat dijelaskan dan disimpulkan dari apa yang terjadi pada balon karet yang dikembungkan. Sebelumnya, balon karet itu diwarnai. Ketika dikembungkan, warna pada balon karet itu ikut mengembang. Semakin besar balon itu mengembang, semakin pudar warnanya. Warna itu memudar karena warna makin berkurang dan mengembang. Cahaya bintang-bintang di angkasa juga semakin berkurang intensitasnya. Para ahli menyimpulkan bahwa bintang-bintang itu makin menjauh dari kita dan alam semesta pun mengembang
2. Seorang anak yang baru lahir masih suci. Baik buruknya anak tersebut kelak antara lain bergantung pada bagaimana cara oran tua mendidiknya, pengaruh orang-orang terdekat dan lingkungannya. Demikian pula kertas putih yang belum bernoda, akan menjadi apa kertas tersebut tergantung pada apa yang akan kita goreskan pada kertas putih tersebut
3. Kalau anda gemar tanaman hias, tentu anda mengenal dengan baik cara menanam dan merawatnya dalam taman. Pada dasarnya, proses merawat taman sama denga proses merawat anak dalam keluarga. Keduanya sama-sama memerlukan ketrampilan dan perhatian khusus. Pada tanaman, diperlukan ketrampilan mengolah tanah dan memberi pupuk, seperti memberi perhatian khusus, yaitu menyirami tepat waktu agar kelak memberi hasil yang memuaskan. Begitu pula dengan merawat anak. Pada anak, diperlukan kemampuan memberi makanan yang bergizi, pembentukan kepribadian, serta perhatian khusus, yaitu memberi kasih sayang agar kelak anak tumbuh dengan sehat, cerdas, dan bermoral baik
Paragraf sebab akibat (kausalitas) adalah paragraf yang pernyataan menjadi sebab didahulukan kemudian diikuti akibat yang ditimbulkannya. Paragraf sebab akibat ini dikembangakn dengan proses berfikir kausatif. Proses berfikir ini menyatakan bahwa suatu sebab akan emnimbulkan akibat. Sebab menjadi ide pokok dan akibat menjadi ide penjelas. Hubungan sebab akibat ini dapat dibagi menjadi beberapa macam, yaitu: satu sebab menimbulkan satu akibat, satu sebab menimbulkan banyak akibat, serta sebab akibat berantai.
Berikut ini adalah contoh paragraf sebab akibat (Kausalitas):
1. "Sepuluh tahun yang lalu hutan bakau dibabat habis-habisan. Lahan bekas hutan bakau didisulap menjadi tambak-tambak udang windu. Memang, pada waktu itu pengusaha udang windu memperoleh keuntungan besar karena harganya sangat mahal di luar negeri. Akan tetapi, setelah udang windu tidak laku lagi di pasaran internasional, para pengusaha kembali ke kota dan meninggalkan kerusakan lingkungan sebagai akibat dari pembabatan hutan bakau yang telah dilakukan beberapa tahun yang lalu. Laut menjadi tercemar karena hutan bakau yang berfungsi sebagai penyaring limbah yang masuk ke laut sudah tidak ada lagi. Saat ini, puluhan ribu nelayan sulit menghidupi keluarganya karena tidak ada ikan yang bisa ditangkap di tepi pantai "
2. "Kebiasaan untuk membuang sampah harus ditanamkan sejak dini dalam kesehariakita. Karena masayarakat pada umunya masih kurang memiliki kesadaran untuk mencintai dan menjaga serta melestarikan alam lingkungan kita sendiri. Mereka menganggap hal tersebut hanyalah slogan yang tidak perlu diperhatikan. Tanpa rasa bersalah mereka membuang sampah sembarangan sehingga lingkungan sekitar kita menjadi kotor dan tidak sehat. Dan bila musim hujan tiba, akibatnya banjir melanda ibukota. Kalau sudah terjadi seperti itu, maka orang-orang akan menyalahkan orang lain atas kejadian tersebut tanpa mereka sadari kalau bencana itu akibat dari ulah mereka sendiri."
sumber:
http://www.scribd.com/doc/64372578/Contoh-Paragraf-Analogi
http://carapedia.com/paragraf_generalisasi_info1968.html
http://carapedia.com/paragraf_sebab_akibat_info1966.html
http://books.google.co.id/books?id=O5IPp_XbBOIC&pg=PA43&lpg=PA43&dq=Paragraf+analogi+adalah+penalaran+dengan+cara+membandingkan+dua+hal+yang+banyak+menandung+persamaan.+Dengan+kesamaan+tersebut+dapatlah+ditarik+kesimpulannya.+Paragraf+analogi+ini+merupakan+bagian+paragraf+induktif.+Contoh:+1.+Perubahan+alam+semesta+yang+mengembang+dapat+dijelaskan+dan+disimpulkan&source=bl&ots=NayrGjEOfU&sig=4tsIGtKZ_Q1SnCI2BrcR0M98qbc&hl=id&sa=X&ei=duvjUI_pJonXrQfJtoDIAg&ved=0CDoQ6AEwAg#v=onepage&q=Paragraf%20analogi%20adalah%20penalaran%20dengan%20cara%20membandingkan%20dua%20hal%20yang%20banyak%20menandung%20persamaan.%20Dengan%20kesamaan%20tersebut%20dapatlah%20ditarik%20kesimpulannya.%20Paragraf%20analogi%20ini%20merupakan%20bagian%20paragraf%20induktif.%20Contoh%3A%201.%20Perubahan%20alam%20semesta%20yang%20mengembang%20dapat%20dijelaskan%20dan%20disimpulkan&f=false
mardi 1 janvier 2013
Casillas 'working hard' to regain Real Madrid spot
Iker Casillas has insisted he is pulling out all the stops in training to regain his place in Real Madrid's starting XI.
The 31-year-old was dropped for Los Blancos' recent 3-2 Liga defeat to Malaga by coach Jose Mourinho, with custodial deputy Antonio Adan taking up residency between the posts instead.
However, speaking at a press conference after the side's first training session since the winter break, the Spain international stressed that he is doing all he can to work his way back into contention.
"I'm working hard in training to fight for my place [in the squad]," Casillas said.
"It is the objective that I am aiming for and it is the coach who decides whether I play in the next game or not. [Mourinho] has our full support and confidence.
"I am very well. I'm not a machine, I have to train every day and there are times when I don't feel good, but I feel fine.
"Ahead of each match, each player must prepare themselves in advance, both technically and in the eyes of Aitor [Karanka] and Silvino [Louro], the latter of whom I've learnt very much from.
"You have to fight and be available to the coach when he sees fit [to make the call]."
Madrid currently find themselves third in the Spanish top flight - 16 points behind leaders Barcelona - and Casillas has urged his colleagues to rectify the situation and use the turn of the year as a reference point for the revival of their title defence.
"No, the word [to describe our situation] is not tension," he added. "When things don't go well, it means we are low on morale.
"The players have to be wanting more and cannot be sad. Our goal is to remain ambitious. The day I have no ambition left is the day that I will not be sitting here.
"We are 16 points off the pace, it's not what we wanted but 2013 has arrived, and, as I said last week, what we have to do is try to cut the deficit.
"I know the situation is difficult but it's not impossible."
Via: Casillas 'working hard' to regain Real Madrid spot
Spanish economic crisis and poor organisation puts future of La Liga in doubt
SPECIAL REPORT
Economic crisis, La Liga's unequal Television deal and high ticket prices have left Spanish football in a "desperate state", according to journalist Sid Lowe.
Speaking to Goal.com, Lowe and Marca's Paco Justiciaexplain how various factors have combined to ravage football in the country.
The Real Madrid and Barcelona-dominated TV rights deal, tickets that cost 25-30 more than in England, poor match scheduling, an economic crisis and five million unemployed citizens means that the sport is struggling more than ever in Spain.
Matters came to a head in October when la Roja's friendly against Belarus was not televised because of financial restraints.
And with many teams struggling to pay their players, there are fears that the current Liga model is unsustainable.
National team coach Vicente del Bosque and Madrid midfielder Xabi Alonso also give their views, so watch our video above to see what the future holds for Spanish football.
Via: Spanish economic crisis and poor organisation puts future of La Liga in doubt
Economic crisis, La Liga's unequal Television deal and high ticket prices have left Spanish football in a "desperate state", according to journalist Sid Lowe.
Speaking to Goal.com, Lowe and Marca's Paco Justiciaexplain how various factors have combined to ravage football in the country.
The Real Madrid and Barcelona-dominated TV rights deal, tickets that cost 25-30 more than in England, poor match scheduling, an economic crisis and five million unemployed citizens means that the sport is struggling more than ever in Spain.
Matters came to a head in October when la Roja's friendly against Belarus was not televised because of financial restraints.
And with many teams struggling to pay their players, there are fears that the current Liga model is unsustainable.
National team coach Vicente del Bosque and Madrid midfielder Xabi Alonso also give their views, so watch our video above to see what the future holds for Spanish football.
Via: Spanish economic crisis and poor organisation puts future of La Liga in doubt
'Benitez doesn't have a hope in hell of staying at Chelsea' - Goal.com's predictions for 2013
After a dramatic 2012 in football both on and off the pitch, fans around the globe are hoping for more of the same in 2013.
As we enter the New Year, our experts Peter Staunton, Carlo Garganese and Greg Stobart give their headline predictions for what we are likely to see in football during this calendar year in our exclusive video.
Is this a summer where we will see huge managerial changes at big clubs all over Europe? Which country is going to produce this year's Champions League winner? Will there be more controversies?
Watch our video and let us know what you think of our predictions, as well as your own verdict on what we can expect throughout 2013 via the comments box below.
Via: 'Benitez doesn't have a hope in hell of staying at Chelsea' - Goal.com's predictions for 2013
As we enter the New Year, our experts Peter Staunton, Carlo Garganese and Greg Stobart give their headline predictions for what we are likely to see in football during this calendar year in our exclusive video.
Is this a summer where we will see huge managerial changes at big clubs all over Europe? Which country is going to produce this year's Champions League winner? Will there be more controversies?
Watch our video and let us know what you think of our predictions, as well as your own verdict on what we can expect throughout 2013 via the comments box below.
Via: 'Benitez doesn't have a hope in hell of staying at Chelsea' - Goal.com's predictions for 2013
Inscription à :
Articles (Atom)